BUDIDAYA MELON 1000 M2 DENGAN KOMPOS DAN TANPA KOMPOS

A . Pengolahan lahan

  1. Tanah di cangkul / di bajak hingga gembur.
  2. Tebar kapur dolomite / kaptan dalam guludan ½ jadi dan timbun dengan tanah tipis kemudian tebar pupuk TSP / sp 36 timbun lagi dengan kompos dan tanah. Apabila tdak memakai kompos bisa menggunakan irengan 30 lt
  3. Ukuran bedengan 100-120 cm tinggi 50 cm dan panjang menyesuaikan bentuk lahan.
  4. Semprot TSP dengan agropos sebelum di timbun
  5. 1 minggu hingga 10 hari sebelum tanam tebar pupuk za ,zk,dan npk
  6. 1 hari sebelum tanam siram lubang tanamdengan agropos dan vita +
  7. Jarak lubang tanam 40 x 60 cm atau 50 x 70 cm.
  8. Sistem tanam bisa diagonal atau berbaris lurus.

B. Penyiapan Benih

  1. Rendam benih dalam larutan fungidor selama 4 jam sebelum semai
  2. Benih di semai dalam polibek yang berisi tanah dan kompos dengan perbandingan 3 : 1
  3. Setelah tumbuh semprot benih dengan akto-9
  4. Benih di pindah ke lahan bila sudah berumur 10 – 15 hari.

C. Pengajiran

  1. Ukuran ajir atau turus atau lanjaran 2 m
  2. Pemasangan ajir maksimal 5 hst
  3. Ajir hubungkan dengan bilah bamboo
  4. Pemasangan ajir sebaiknya berurutan ,bila di mulai dari kiri atau kanan tanaman jangan selang seling

D. Pemeliharaan

  1. Penyiraman sebaiknya pada pagi hari atau sore hari
  2. Usahakan tanah tetap basah tapi tidak menggenang
  3. Pada waktu pembesaran buah usahakan ketersediaan air cukup.

D. PEMUPUKAN

  1. Pupuk Dasar
  1. Pupuk dasar sebaiknya di berikan 1 bulan sebelum tanam
  2. Jenis dan dosis pupuk dasar
    Pupuk kompos : 3 ton
    Kaptan / kapur dolomite 350-400 kg tergantung PH
    Tsp : 120 kg
    Tanpa kompos dan dolomit : 30 lt irengan

Pupuk dasar 1 hingga 7 hari sebelum tanam : Za : 70 kg ,Zk : 50 kg, Npk : 35 kg.

3. Pupuk Susulan

  1. Pupuk susulan I umur 10 hst : za 20 kg, tsp : 20 kg, zk : 10 kg, Npk : 10 kg,boron 6 kg
  2. Pupuk susulan II umur 20 hst     : za 15 kg, zk : 10 kg. Npk : 20 kg kieserite 20 kg
  3. Pupuk susulan III umur 30 hst : za 12 kg, tsp : 15 kg. zk : 20 kg, Npk : 5 kg
  4. Pupuk susulan IV umur 40 hst : za 5 k, tsp 15 kg, zk : 10 kg,boron 3 kg
  5. Pupuk susulan diatas di benamkan atau di tugal dengan jarak 10 – 15 cm dari lubang tanam dan timbun dengan tanah.
  6. Siram pupuk susulan tersebut dengan vita + dan irengan agar penyerapan maksimal dan terhindar dari tertinggalnya pupuk dalam tanah.

4. Pupuk Kocor

  1. Pupuk kocoran di mulai atau di berikan pada tanaman umur 7 – 35 hst dengan dosis 100 – 200 ml / tanaman.
  2. Jenis pupuk dan dosisnya per ember / bak 10 lt : Agropos 50 ml, Za 50-100 gr, vita + 30 ml, irengan 100 ml
  3. Setelah tanaman berumur 21 hari kocoran masih sama dengan no 2 hanya tambahkan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 1 kg dan fertika 0.5 kg per ember.
  4. Pupuk kocor di berikan setiap 7 hari sekali.

5. Pupuk semprot

  1. Pupuk semprot di berikan bila tanaman sudah berumur 20 hst sampai dengan umur 60 hst.
  2. Jenis pupuk yang di gunakan : Agropos 50 ml, Primarin B 50 ml, Mgp 40 ml ,untuk tanaman berumur 20 – 35 hst dalam tangki 14 lt.
  3. Tanaman berumur 35 – 60 hst pupuk yang di gunakan : Agropos 70 ml, Primarin B 70 ml, Mgp 40 ml, Primavit 60 ml.
    4. Pupuk Kalsi + ( kalsium ) di berikan setelah tanaman berumur 35 hst dengan penyemprotan tunggal.
    5. Pembesar Higroot diberikan pada saat tanaman berumur 40 dan 50 hst dengan dosis 1 – 1.5 sendok teh pertangki 14 liter

E. Pengendalian hama dan penyakit  tanaman melon

  1. Hama tanaman melon

Hama tanaman melon yang sering menyerang dan merusak antara lain : thrips , kutu kebul, lalat buah, ulat daun, ulat tanah, kutu daun, dan orek orek / pengorok daun.

Pengendalian OPT jenis thrips ,tungau dan orek orek / pengorok daun dapat menggunakan biagro 60 ec  dan clearopt di tambah p3 .

Pengendalian OPT jenis kutu kebul,kutu putih dapat menggunakan natucide 100 ec di tambah p3.

Pengendalian OPT jenis ulat, kutu daun,lalat buah dapat menggunakan basmilat 80 ec di tambah p3.

2. Penyakit Tanaman Melon

Penyakit tanaman  melon ini de sebabkan oleh cendawan atau jamur yang sering menyerang dan menyebabkan gagal panen antara lain : embun tepung , trotol,layu fusarium ,embun bulu ( kresek ) busuk buah,busuk batang,bercak bakteri, dan puret atau kriting.

  1. Pengendalian penyakit embun tepung,trotol,busuk buah dapat menggunakan mikocide 80 ec di tambah p3.
  2. Pengendalian penyakit embun bulu atau busuk daun penyebab kresek, bercak bakteri,dan busuk batang dengan menggunakan Detacide 60 sg mix Clearopt 20 sc di tambah p3.
  3. Penyenprotan pada tahap pencegahan atau preventip 5 hari sekali dg dosi rendah.
  4. Pengendalian pada tahap kuratif atau represif 3 hari sekali sebanyak 3 kali atau 9 hari di semprot 3 kali.
  5. Pengendalian penyakit puret atau kriting cukup di pilih tanaman yang sakit dengan mengocor / menyiram menggunakan BASMILAT 80 EC mix dengan clearopt. sehari kemudian di lanjutkan pengocoran dengan menggunakan VITA+ , IRENGAN DAN AGROPHOS.Dosis yang di gunakan 30 ml basmilat per ember ,vita + 30 ml per ember 10 lt, agropos 40 ml /ember 10 lt.Sedang Pengocoran vita + ,irengan dan agropos 3 hari sekali sebanyak 4 kali berturut turut atau 8 hari dengan 4 kali pengocoran .penyemprotan di butuhkan untuk memulihkan tanaman yang sakit atau pengobatan dari luar.
    Untuk penyemprotan mengendalikan kriting menggunakan insektisida Biagro 60 ec atau menggunakan insektisida berbahan aktif abamectin bila disebakan oleh tungau, trips, atau kutu pengisap lainnya.
    Bila kriting disebablkan oleh virus pengendalian menggunakan akto-9 mix primavit dengan dosis actor-9 2 ttp primavit 6 ttp pertangki 14 lt. Interval penyemprotan 3 hari sekali sebanyak 4 kali atau 12 hari disemprot 4 kali. Pada waktu aplikasi untuk menghemat tenaga kerja dapat  di campurkan atau di mix dengan Agropos,Mgp serta Gibraco.
    Dosis  penyemprotan pertangki 14 lt agropos 30 ml,mgp 30 ml, gibraco 3 – 5 ml dengan interval 3 hari sekali sebanyak 3 kali tanpa jeda.F. PERAWATAN

    1. Tunas lateral / cabang air 1- 4 di buang
    2. Tunas cabang 5 keatas di pelihara
    3. Pilih salah satu buah yang terbaik dan sisanya di buang
    4. Setelah buah melon sebesar telur ayam di ikat
    5. Pangkas tunas ujung / toping bila buah sudah terpilih untuk mencegah pertumbuhan vegetative.
    6. Satu periode musim tanam melon sebaiknya kocor lubang tanam dengan kaptan atau dolomite minimal 2 kali maksimal 3 kali.

CATATAN : 1. BILA TANAM TANPA MEMAKAI PUPUK KOMPOS DAN DOLOMIT DIGANTIKAN DENGAN IRENGAN DOSIS YANG                                     DIPERLUKAN ADALAH 30 LITER YANG DIENCERKAN DENGAN AIR SECUKUPNYA .
DIBERIKAN 3 HARI SEBELUM TANAM.

2. Air untuk menyemprot dan mengocor sebaiknya menggunakan air sumur yg steril jangan menggunakan air irigasi dari sungai                         karena dikawatirkan airnya sudah tercemar bibit hama dan penyakit dari hulu yang terkadang petani membuang tanaman                              atau buah yang terserang penyakit ke sungai.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.